Wednesday, June 27, 2012

Mbolang ke Watu Ulo

Pada awal Februari tahun 2010 saya berkesempatan pergi ke kota Jember, dalam rangka mendukung dan menyaksikan adik-adik saya yang akan bertanding pada sebuah turnamen taekwondo antar SMA se-Jatim yang diadakan di Universitas Negeri Jember.

Saya berangkat dari Malang bersama rekan saya Dimas Prasetyo pada pukul 5 pagi. Kami berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Kami memilih rute jalur selatan untuk menuju Jember, yaitu melewati Turen, Dampit, Ampelgading, Lumajang, Jember.
Di perjalanan kami melewati lereng gunung Semeru. Pemandangan di situ sangat bagus, begitu hijau, banyak pepohonan dan beragam jenis tumbuhan paku. Udaranya pun sangat sejuk sehingga membuat perjalanan terasa menyenangkan. Untuk sampai di kota Jember kami memerlukan waktu antara 5 sampai 6 jam dari Malang seingat saya (agak-agak lupa sih, tapi nyampe Jember jam 10-an).

Sampai di Jember kami sempat nyasar, muter-muter kota buat nyari dimana kampus Unej berada. Walah-walah, nyasarnya aja setengah jam lebih, dan nyampe di Unej juga masih bingung nyari lokasi tempat kejuaraan. Setelah tanya sana-sini akhirnya ketemu juga gedungnya. Kampus Unej ternyata luas sekali, dan waktu itu masih banyak banget pepohonannya (soalnya saya membandingkannya dengan UB, yang tak begitu luas dan yang tumbuh lebat adalah gedung-gedungnya, hehe).

Pertandingan berlangsung seharian dan selesai kira-kira jam 9 malam (agak lupa). Saya pikir sudah terlanjur malam untuk balik ke Malang. Sementara kontingen adik-adik saya sudah balik ke Malang, saya dan Dimas memutuskan untuk bermalam di Jember dulu. Kemudian kami berdua berkeliling kota melihat suasana kota Jember di malam hari sembari mencari warung untuk mengisi perut yang sudah keroncangan.
Satu hal yang saya ingat waktu itu saya memakai sandal bakiak/teklek. Saya pun sempat update status di fb, “bakiakq memijakkan diri di kota jember”. Hahaha, sesuatu yang gak penting banget untuk ditulis.

Bingung cari tempat buat tidur akhirnya kami putuskan untuk balik ke kampus unej. Kami tidur di teras masjid kampus. Ya maklumlah mahasiswa rantau.
Cerita pengantarnya kepanjangan ini ya. Judulnya kan mbolang ke watu ulo. hehehe.

Keesokan paginya, sebenarnya kami sudah memutuskan untuk kembali ke Malang, tapi saya mengajak Dimas untuk mampir ke Watu Ulo, mumpung di Jember. Setelah sarapan nasi lecep, kami pun langsung tancap gas ke Watu Ulo. Karena belum pernah ke situ sebelumnya, dan nggak tau jalannya, kami asal mengikuti penunjuk jalan saja.

Pantai Watu Ulo termasuk pantai selatan pulau Jawa. Dari kota Jember jaraknya sekitar 40 km. Dari namanya yg dalam bahasa Indonesia berarti ”batu ular”, saya jadi penasaran seperti apa pantainya dan ada apa disana.


Saya yang sejak kecil hidup di pesisir pantai utara pulau Jawa, melihat pantai selatan adalah sesuatu banget bagi saya. Itu seperti saya melihat ujung atau tepian lain dari pulau Jawa. Makanya saya begitu antusias ketika pantai sudah hampir terlihat.

Sesampainya di pantai perasaan saya begitu gembira, waoow... (koyok arek cilik ae).
Ketika itu suasana pagi sedang mendung, sehingga menambah suasana tersendiri, tak seperti saat biasanya saya pergi ke pantai. Adem, semilir, sepoi-sepoi.


Hari itu hari Minggu, pas saya ke situ ada banyak orang bersepeda, sepertinya sedang diadakan acara sepeda santai di Watu Ulo, dan ada banyak juga orang yang piknik.

Di pantai Watu Ulo banyak pohon waru, yang saya rasa merupakan vegetasi khas di wilayah pantai, karena saya tidak menjumpainya di Kediri, Jombang, dan Malang (yang jauh dari pantai).

Akhirnya saya bertemu dengan sebuah batu yang unik. Permukaannya kalau diamati akan terlihat seperti sisik ular, dan bentuknya memanjang dari pantai sampai ke laut. Mungkin karena batu itulah pantai ini disebut Watu Ulo. Saya tidak tau kalau ada legenda khusus tentang watu ulo ini.


Tidak banyak foto yang saya ambil ketika itu, hanya beberapa seperti tebing pantai, ikan-ikan kecil di batu karang yang ditumbuhi rumput laut, dan anak-anak kecil yang sedang bermain.




Saya ingin berkunjung lagi ke sana suatu saat, karena selain tertarik dengan watu ulo, ada pantai lain juga di dekat situ yang belum saya kunjungi. Pada saat itu saya hanya membawa uang pas-pasan, jadi enggan untuk membayar retribusi guna masuk ke pantai tersebut. Akhirnya saya hanya berkunjung di Watu Ulo, dan setelah puas menikmati pemandangan di sana, saya pun balik ke Malang, lewat jalur selatan lagi.

Monday, June 25, 2012

Dinginnya kota Malang di tahun ajaran baru

Malam ini saya benar-benar merasakan sengatan dinginnya udara di kota Malang. Meskipun berada di dalam kamar, kaki dan tangan saya sangat merasakan sensasi dinginnya udara di sini. Suasana yang seperti ini baru sekitar satu minggu saya rasakan, dan ini lantas mengingatkan saya akan satu hal. Oh, ini pertanda akan segera datang tahun ajaran baru.

Mengapa saya sampai menyimpulkan seperti itu, ada kisah yang sama alami di balik itu dan selalu teringat oleh saya setidaknya satu tahun sekali. Ya, peristiwa itu berkaitan dengan tahun ajaran baru.

Saat itu adalah ketika saya telah mengikuti ujian spmb (seleksi penerimaan mahasiswa baru) tahun 2006, dengan hasil pengumuman saya diterima di jurusan teknik elektro UB. Di awali dengan proses daftar ulang di fakultas kemudian saya mengalami peristiwa yang cukup baru menurut saya kala itu. Suatu rangkaian kegiatan pra OSPEK yang khas di fakultas teknik, khususnya di UB yaitu "Pendataan". Namun saya tidak akan membahas itu panjang lebar di sini.
Beberapa hal pada waktu itu yang selalu membuat saya teringat akan dinginnya kota Malang diantaranya adalah ketika saya harus membuat keplek untuk OSPEK dan melakukan pengesahan ke kakak-kakak panitia. Ketika membuat keplek fakultas saya tidak mengalami kesulitan tetapi ketika membuat keplek jurusan saya melakukan kesalahan, dan harus beberapa kali melakukan pengesahan, hingga sampai tengah malam karena batas waktunya memang malam itu juga. Hampir jam 12 malam saya harus ke kampus, membuat saya merasakan dinginnya udara di malam itu.
Kemudian di masa-masa OSPEK saya harus ke kampus pagi-pagi sekali karena acaranya dimulai pukul 05.00 (kadang-kadang setengah 5 pagi), dan saya harus berangkat setengah jam sebelum itu agar tidak terlambat. Waduuh, jam setengah 5 gini sih udara dingin masih klimaks-klimasknya. Saya berangkat pakai seragam kemeja putih dan celana putih (nggak boleh pakai jaket), jadi hawa dingin bisa lebih berasa, berrrr...
Selama satu minggu penuh masa OSPEK saya mengakrabi udara pagi yang sangat sejuk itu. Dan ini akan kembali saya rasakan tiap seminggu sekali (Sabtu pagi) selama beberapa bulan ke depan. Inilah yang menjadi kenangan saya  tentang tahun ajaran baru yang berkaitan dengan dinginnya kota Malang.

Mengenai dinginnya kota Malang yang begitu terasa saat awal tahun ajaran baru membuat saya bertanya-tanya. Mengapa udara sedingin ini kok kerasanya tiap awal tahun ajaran baru? Ada apa ya? Apa mungkin ini cara kota Malang untuk menyambut para mahasiswa baru terutama yang berasal dari luar kota? Hehe, kalo itu sih kedengarannya tidak ilmiah. Baiklah fenomena ini akan saya jelaskan sebagai berikut.

Hawa dingin di Malang begitu terasa pada sekitar bulan Juli-September yang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Hal ini karena pada bulan Juli-September di Malang sedang musim kemarau, jadi hanya ada sedikit awan dibandingkan pada saat musim penghujan. Jumlah awan yang hanya sedikit inilah yang membuat kota Malang menjadi lebih dingin. Apa hubungannya?

Awan merupakan kumpulan uap air di angkasa. Uap air ini dapat mencegah panas di permukaan bumi menyebar ke atmosfir yang lebih tinggi baik secara konveksi atau radiasi. Panas di permukaan bumi paling banyak disebabkan oleh radiasi sinar matahari di siang hari. Pada malam hari panas ini akan menghilang atau menyebar ke atmosfir jika tidak ada yang menghalangi. Awan lah yang berfungsi menahan panas tersebut tetap di permukaan bumi. Ibaratnya seperti selimut atau jaket yang kita pakai. Selimut itu menahan panas di permukaan tubuh agar tidak mudah keluar ke udara bebas di sekitar kita.

Inilah yang membuat perbedaan temperatur udara di siang hari begitu kontras dengan malam hari pada musim kemarau. Daerah dengan kelembaban udara yang lebih rendah akan mengalami perbedaan temperatur yang lebih kontras pula.

Kondisi topografi kota Malang yang berada di dataran tinggi juga membuat udara menjadi lebih dingin. Kota Malang diapit oleh beberapa gunung diantaranya Gunung Arjuno, Kawi, Bromo, dan Semeru.

Sudah merupakan kondisi alami bahwa tempat di permukaan bumi yang lebih tinggi akan memiliki suhu udara yang lebih rendah. Hal ini karena di permukaan bumi yang tinggi atau pegunungan sirkulasi udara lebih lancar (apalagi jika didukung banyaknya pepohonan) sehingga panas pun lebih mudah berpindah ke atmosfir bebas. Di samping itu permukaan bumi yang lebih tinggi otomatis menjadi lebih jauh dari perut bumi yang merupakan sumber panas yang lain (selain matahari).

Hal-hal di atas dapat dianalogikan dengan tubuh kita. Tubuh yang paling mudah merasakan dingin adalah bagian tangan dan kaki. Mengapa?
Disamping faktor sensor syaraf yang berada di tangan dan kaki, jika kita lihat tangan dan kaki merupakan bagian terluar tubuh kita yang terkadang tidak tertutup pakaian. Hal ini menyebabkan kontak tangan dan kaki dengan udara bebas lebih bagus dibanding bagian tubuh yang lain sehingga panas tubuh akan lebih mudah hilang terserap udara bebas.
Lagi pula tangan dan kaki posisinya paling jauh dengan tubuh utama kita, yaitu dada dan perut yang merupakan sumber panas tubuh kita. Sehingga reaksi alami kita ketika kedinginan adalah mendekapkan tangan ke badan atau bahkan duduk atau meringkuk agar semua bagian tubuh kita mendekat ke sumber panas tubuh.

Begitulah kira-kira penjelasannya. Bagaimana, apakah anda percaya? Jika anda ragu-ragu dengan penjelasan saya maka itu wajar, karena saya belum melakukan studi literatur. Yang saya sampaikan itu merupakan hipotesis yang saya buat. Hehe.
Tapi itu bisa anda jadikan sebagai hipotesis anda juga, sebelum mencari tau atau menelusuri fakta ilmiahnya.
Jika diantara pembaca ada yang telah mengetahui fakta mengenai hal di atas, maka bisa anda bagikan melalui komentar di bawah ini.

Sunday, June 24, 2012

Konektor pada Sistem Televisi

(Connectors in Broadcast Television System)

Beberapa jenis konektor yang akan kita bahas berikut adalah konektor yang biasa digunakan pada sistem televisi. Kita dapat menjumpainya pada studio televisi atau pemancar televisi, namun beberapa diantaranya juga biasa kita temui pada pesawat televisi (penerima) yang kita miliki jika kita menambahkan perangkat lain seperti vcd/dvd player, sound system, video game, dll.


Konektor-konektor ini saya jumpai pada salah satu studio tv lokal di Malang, Jawa Timur, kemudian saya mencari referensi tentang konektor-konektor tersebut.

Konektor RCA
Nama RCA berasal dari singkatan Radio Corporation of America yaitu perusahan yang pertama kali memperkenalkan desain konektor ini pada tahun 1940-an yang saat itu digunakan untuk menghubungkan mono phonograph player dengan amplifier.
Konektor jenis RCA ini mungkin yang paling sering kita lihat. Konektor ini biasa digunakan pada kabel yang membawa sinyal audio dan video (analog). Kita dapat melihatnya pada perangkat vcd/dvd player ataupun video game ketika dihubungkan ke tv. Konektor ini dapat melewatkan sinyal dengan frekuensi 0-100 MHz.

                       Konektor RCA untuk video komposit (kuning)                        Socket RCA (pada gambar digunakan pada
                              dan audio stereo (merah dan putih)                                                    output video YPbPr)
                                  Diameter: 0,9cm
Bentuk konektor ini seperti terlihat pada gambar. Male connector terdiri dari colokan logam di tengah dan dikelilingi ring. Bungkus ring biasanya terbuat dari karet dan bersegmen agar bersifat fleksibel. Female jack terdiri dari lubang di tengah dan dikelilingi ring logam. Ring pada female jack memiliki diameter sedikit lebih kecil dan ukurannya sedikit lebih panjang dibanding ring pada male connector, sehingga jika keduanya dihubungkan akan terbentuk sambungan yang erat.
Setiap kabel dengan konektor RCA ini membawa satu jenis sinyal seperti sinyal video komposit, komponen-komponen sinyal audio (left/mono, right, dsb.), komponen sinyal video analog (Y, Pb, Pr), dsb.
Hal ini akan menjadi rumit ketika kita harus memasang atau melakukan instalasi konektor ini ke perangkat yang menggunakan banyak komponen sinyal. Tentunya setiap konektor harus dipasangkan tepat pada jack-nya masing-masing. Untuk memudahkan persoalan ini maka telah dibuat kode warna yang telah umum dipakai. Misalnya untuk sinyal video komposit menggunakan warna kuning, sinyal audio left/mono warna putih, right warna merah, dsb. Untuk lebih rincinya bisa dilihat di wikipedia .

Konektor BNC
Konektor BNC (Bayonet Neill-Concelman) termasuk tipe konektor RF yang digunakan untuk kabel coaxial. Konektor ini digunakan pada radio, televisi, dan peralatan elektronik lainnya yang menggunakan frekuensi radio, test instrument, sinyal video, dan pernah juga populer sebagai konektor untuk jaringan komputer. Konektor BNC dibuat untuk menyesuaikan dengan impedansi karekteristik kabel baik yang bernilai 50 ohm atau 75 ohm. Konektor ini biasanya digunakan untuk frekuensi dibawah 3 GHz dan tegangan dibawah 500 volt.
Konektor BNC tipe RF Coaxial
Diameter: 1,45 cm (male), 1,11cm (female)

Konektor BNC digunakan untuk koneksi sinyal antara lain:
   -  sinyal video interface analog dan serial digital
   -  antena radio amatir
   -  peralatan elektronik penerbangan / aviation electronics (avionics)
   -  peralatan tes
Konektor BNC merupakan alternatif dari konektor RCA ketika digunakan untuk transmisi sinyal video komposit. Konektor ini banyak ditemui pada studio televisi atau studio rekaman. Konektor BNC memiliki kelebihan dalam hal penyesuaian impedansi (matching impedance) dibanding konektor RCA.

Konektor S-Video
Sesuai namanya Separate Video (S-Video), konektor ini merupakan tipe konektor untuk transmisi video analog. Pada skema video analog, informasi video dibagi menjadi dua komponen yaitu luma (luminance, "Y"), dan chroma (chrominance, "C"). Luminance membawa informasi tingkat gelap terang pada gambar (terlihat seperti pada tv hitam putih), sedangkan chrominance membawa informasi warna.
Sebagai perbandingan, pada composit video (kualitas lebih rendah dari analog video) informasi video ditransmisikan dalam satu komponen/kanal. Sedangkan pada component video (kualitas lebih tinggi dari analog video) informasi video dikodekan menjadi tiga komponen (luminance "Y", warna biru "Pb", dan warna merah "Pr").

                                       Female S-Video                                                     Male S-Video

Pada gambar konektor S-Video female, keterangan 4 pin adalah sebagai berikut: 
   -  Pin 1 (GND) Ground untuk Y
   -  Pin 2 (GND) Ground untuk C
   -  Pin 3 (Y) Luminance
   -  Pin 4 (C) Chrominance
Konektor S-Video khusus digunakan untuk transmisi video analog, dan tidak bisa membawa sinyal audio bersamaan dalam satu kabel.
Kelebihan konektor S-Video ini adalah kualitas yang baik untuk transmisi video, karena informasi video dipisah menjadi dua komponen (Luma dan Chroma) maka bandwidth-nya lebih besar jika dibandingkan dengan video komposit yang menggabung komponen luma dan chroma sehingga bandwidth harus dipakai bersama.

Konektor FireWire
FireWire merupakan sebutan untuk interface IEEE 1394 yang diproduksi oleh Apple. Interface IEEE 1394 adalah serial bus interface standard untuk komukasi kecepatan tinggi dan transfer data isochronous real-time.
Konektor FireWire sering digunakan pada personal computer, digital audio, digital video, otomotif dan aplikasi aeronotik (penerbangan).

Konektor FireWire 400 alpha 4 sirkuit (kiri) dan 6 sirkuit (kanan)

Pada studio televisi konektor ini biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang keluarannya berupa sinyal digital (seperti ADC, kamera digital, dll) dengan personal computer. Apple sendiri bermaksud menggunakan FireWire untuk menggantikan parallel SCSI bus dalam hal menyediakan koneksi untuk perangkat audio & video digital. Firewire merupakan serial bus yang berarti bahwa informasi ditransmisikan satu bit pada satu waktu. Pada parallel bus, transmisi data memanfaat lebih banyak koneksi fisik (lebih banyak pin), sehingga kurang efisien, lebih mahal, dan tentunya lebih berat.
Untuk menghubungkan FireWire dengan personal computer (PC) maka pada PC harus terdapat port yang sesuai untuk FireWire. Jika tidak ada maka harus ditambahkan port tersebut dengan memasangnya pada slot PCI expansion card.

Sepasang port FireWire 400 alpha 6 sirkuit pada expansion card.

FireWire dapat menghubungkan hingga 63 peripheral dalam suatu jaringan dengan topologi tree ataupun daisy-chain. Dia memungkinkan komunikasi perangkat secara peer-to-peer (seperti komunikasi antara scanner dengan printer) terjadi tanpa memerlukan sistem memori atau CPU tersendiri. FireWire mendukung fitur plug-and-pay seperti pada USB.
Sepintas FireWire ini mirip dengan USB, tetapi FireWire memiliki beberapa perbedaan dengan USB sebagai berikut:
USB 2.0 (diperkenalkan pada tahun 2001) dinyatakan memiliki signalling rate (480 Mbps) yang lebih besar dibanding generasi awal FireWire 400 (400Mbps, ada sejak 1995). Akan tetapi pada kondisi di lapangan S400 FireWire dapat bekerja melebihi USB 2.0 pada suatu transfer data yang sama. Pada kondisi nyata USB PC host jarang mampu mempertahankan transfer data melebihi 280 Mbps, umumnya hanya mampu 240 Mbps. Hal ini dikarenakan USB masih mengandalkan PC host untuk menangani beberapa protocol low level pada USB, sedangkan FireWire nyaris tidak memerlukannya. Bahkan high level protocol pun dapat dijalankan tanpa membebani atau menginterupsi CPU host termasuk operasi buffer-copy.
FireWire juga memiliki dua bus data untuk setiap segment bus network (sirkuit terdapat pada dua sisi), sedangkan USB hanya memiliki satu. Hal ini memungkinkan FireWire untuk melakukan komunikasi dua arah pada waktu yang bersamaan, sedangkan USB hanya bisa melakukan komunikasi satu arah pada satu waktu.

Konektor FireWire 400 alpha 6 sirkuit dan 4 sirkuit.

Pada konektor FireWire 400 aplha 6 sirkuit terlihat ada 2 bus (terdapat sirkuit pada 2 sisi).

Konektor RF
Konektor RF merupakan konektor elektrik yang dirancang untuk bekerja pada frekuensi radio pada rentang multi-megahertz. Konektor ini umumnya digunakan pada kabel coaxial dan desainnya sesuai dengan shielding  yang dimiliki kabel coaxial, sehingga dapat meminimalkan efek perubahan impedansi saluran transmisi pada bagian sambungan. Desain konektor ini juga memungkinkan sambungan yang dihasilkan cukup kuat dengan mekanisme pengikatan (sekrup, bayonet, braces, pushpull), dan pegasan untuk menghasilkan kontak listrik berhambatan rendah dengan permukaan emas pada bayonet.

Konektor RF tipe N Male

Konektor ini mempunyai banyak tipe standard, salah satunya adalah konektor BNC, dan tipe yang lain diantaranya 7/16 DIN connector 50 ohm, konektor N (Neil), C (Concelman), F (75 ohm), TNC, konektor UHF, dan lain-lain.
Konektor UHF disebut  juga konektor coaxial Amphenol, yang merupakan desain konektor RF pada era perang dunia II, yang pada saat itu UHF mengacu pada frekuensi lebih dari 30 MHz. Pada perang dunia II konektor ini digunakan sebagai konektor video pada aplikasi RADAR, dan kemudian berkembang penggunaannya pada aplikasi RF (radio frequency).

Konektor UHF


Konektor berikut ini yang umum digunakan untuk mentransmisikan sinyal audio.

Konektor TRS
TRS merupakan singkatan dari tip, ring, dan slave yang merupakan tiga kontak pada konektor ini. Konektor TRS berbentuk silinder yang umumnya digunakan untuk mentransmisikan sinyal audio analog. Konektor ini juga disebut audio jack, phone jack, phone plug, dan jack plug.
Konektor TRS 3,5 mm

Konektor ini memiliki banyak variasi yang dapat dibedakan berdasarkan susunan kontaknya (tip, ring, dan slave), juga memiliki beragam ukuran sesuai dengan keperluan pemakaiannya.



Jack dari kiri ke kanan:
2,5 mm mono (TS),
3,5 mm mono (TS),
3,5 mm stereo (TRS), 
6,35mm (1/4 in) stereo (TRS)








Konektor TRS dengan ukuran 2,5 mm (baik yang 3 kontak ataupun yang 4 kontak) banyak dipakai pada handsfree headset ponsel, iPod, iPhone, portabel mp3 player, dan perangkat audio portabel yang lain.



iPod versi lama menggunakan TRS (kiri)
iPhone mengunakan TRRS (tengah)
Mikropon tan tombol pengatur (kanan)
iPod versi baru juga menggunakan TRRS




Konektor TRS dengan ukuran 3,5 mm (baik yang 3 kontak ataupun yang 4 kontak) umum dipakai pada kamera digital, camcorder, portabel DVD player, dsb. Konektor TRS (3 kontak) dipakai untuk mono audio plus video, sedangkan TRRS (4 kontak) dipakai untuk stereo audio plus video.



Konektor TRS 3,5 mm dan Konektor TRRS 3,5 mm

Personal computer (PC) dan laptop juga menggunakan konektor TRS 3,5 mm ini untuk line in (stereo), line out (stereo), headphone/loudspeaker out (stereo), mikropon input (mono).

Konektor TRS ukuran 6,35 mm (1/4 inchi) digunakan untuk perangkat dengan kerja lebih berat (heavy duty). Seperti pada instrumen amplifier, loudspeaker/sound system, gitar listrik, keyboard listrik, dsb.

Konektor TS 1/4 inchi untuk heavy duty

Penjelasan tentang tip, ring, dan slave adalah sebagai berikut:
Keterangan gambar:
1. Slave: biasanya sebagai ground
2. Ring: pada sinyal stereo sebagai kanal Right, pada sinyal mono sebagai kutub negatif, pada sumber sinyal mono sebagai power supply.
3. Tip: pada sinyal stereo sebagai kanal Left, pada sinyal balanced mono sebagai kutub positif, pada sinyal unbalanced mono sebagai saluran sinyal.
4. Insulating ring (isolator)

Konektor XLR
Konektor XLR merupakan konektor elektrik yang utamanya dapat dijumpai pada peralatan audio dan video profesional serta peralatan penerangan panggung. Bentuknya bundar dan memiliki pin antara 3 sampai 7 buah. Konektor XLR ditemukan oleh James H. Cannon pendiri Cannon Electric di Los Angeles, California, karena itu konektor ini juga disebut konektor Cannon.

Konektor XLR male dan female

Standard yang digunakan konektor XLR untuk aplikasi sinyal balanced audio adalah sebagai berikut:

Keterangan pin:
1. Ground chasis
2. Terminal kutub positif (hot plug)
3. Terminal kutub negatif (cold plug)

Referensi:
en.wikipedia.org

Thursday, June 21, 2012

Elektro, Elektrik, dan Elektronika

Ketiga kata ini begitu akrab bagi saya, namun sempat terlintas di pikiran saya tentang apa perbedaan ketiga kata tersebut dan bilamana masing-masing kata tersebut dipakai.
Di dalam bus antarkota, sejenak saya merenung dan akhirnya merumuskan definisi atau perbedaan ketiga kata itu berdasarkan pengalaman saya.

Kata pertama, elektro, saya menjumpai kata ini digunakan sebagai nama salah satu jurusan di fakultas teknik. Ya, jurusan itu adalah teknik elektro yang mempelajari beberapa bidang, diantaranya energi listrik, elektronika, telekomunikasi, sistem kontrol, dan komputer & informatika (berdasarkan macam konsentrasi di jurusan teknik elektro di kampus saya). Saya juga pernah mengikuti suatu mata kuliah yang bernama Dasar Teknik Elektro. Dengan demikian saya simpulkan bahwa kata elektro berarti suatu pengetahuan yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan listrik.

Kata kedua, elektrik, kata ini cukup berkesan bagi saya karena setidaknya ada tiga nama matakuliah yang pernah saya ikuti, menggunakan nama ini dan diantaranya ada yang cukup menjadi momok. Matakuliah itu adalah Rangkaian Elektrik, Dasar Konversi Energi Elektrik, dan Bahan Elektrik. Versi lain untuk nama matakuliah tersebut adalah Rangkaian Listrik dan Bahan Listrik. Sepertinya kata elektrik dapat disepadankan dengan kata listrik, meskipun pastinya ada perbedaan walau sedikit (setidaknya beda penulisan dan bunyi meskipun sama-sama berakhiran -trik). Kesimpulan saya kata elektrik berarti hal-hal yang mempunyai sifat kelistrikan. Jangan tanya saya apa sifat kelistrikan, karena akan saya jawab sederhana: bayangkan saja sesuatu yang bisa nyetrum.

Kata ketiga, elektronika, sepertinya kata ini berasal dari kata elektro dan ditambah akhiran -nika. Lalu apa artinya? Jika anda sependapat dengan saya dan ingin menerka artinya, tunggu sebentar, anda telah tekecoh seperti saya pun terkecoh (baca tulisan selanjutnya, di bagian bawah entri ini). Saya mencoba mendefinisikan kata ini dengan cara seperti pada kedua kata sebelumnya. Matakuliah yang mengunakan kata elektronika di antaranya Dasar Elektronika, Elektronika Analog, Elektronika Digital, Elektronika Telekomunikasi, Elektronika Kedokteran, dll. Berbeda dengan Rangkaian Elektrik yang banyak mempelajari komponen listrik pasif (resistor, induktor, kapasitor) matakuliah-matakuliah yang berkaitan dengan elektronika lebih banyak mempelajari komponen aktif (transistor, op-amp, dll.) dan berhubungan dengan sinyal listrik (yang memiliki arus rendah atau lemah). Dari sini saya masih belum cukup jelas untuk menarik kesimpulan tentang arti kata elektronika. Baiklah maka saya ambil kata kunci "komponen aktif" dan "arus lemah". Kedua kata kunci berkaitan erat dengan barang-barang elektronik (tv, radio, hp, dll.). Akhirnya saya simpulkan secara kasar bahwa elektronika berarti ilmu yang mempelajari seluk beluk barang elektronik. Jiaah...
Agak ngawur sepertinya, dan memang saya asal menarik kesimpulan karena otak sudah sedikit panas. Dan saya putuskan untuk bersantai dan melihat pemandangan di luar bus.

Ketika sampai di rumah saya pun membuka kamus untuk mengecek definisi ketiga kata tersebut.
Dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang saya akses online di www.kbbi.web.id :

elek·tro /éléktro/ n 1 yg berkaitan atau yg diadakan dng tenaga listrik (dl gabungan kata); 2 elektronika:ia ingin melanjutkan ke bagian --
elek·trik /éléktrik/ n listrik
elek·tro·ni·ka /éléktronika/ n cabang fisika yg mempelajari pemancaran, perilaku, dan dampak elektron serta alat-alat yg menggunakannya; 
-- padat elektronika tanpa tabung hampa udara; transistor; -- semikonduktor teknik elektronika yg menggunakan komponen semikonduktor untuk transistor


Kurang puas dengan KBBI saya pun mencoba menelusuri di kamus Oxford tetapi yang versi pocket (Oxford Learner's Pocket Dictionary):
Saya tidak menemukan kata electro di kamus pocket ini, kata yang bisa saya temukan adalah:

electric/ adj 1 worked by or producing electricity: an ~ fire. 2 (fig) exciting.

Saya setuju dengan definisi ini yang menyatakan elektrik sebagai kata sifat dan memiliki arti sesuatu yang bekerja dengan atau menghasilkan listrik.
Kata berikut bukan entri tersendiri melainkan sub entri dari electron:

electronic/ adj 1 produced or operated by a flow of electrons: an ~ calculator. 2 concerned with electronic equipment, eg computers.
electronics/ n[U] (with sing v) science and development of electronic devices.


Splendid!! Setuju sekali. Karena definisi ini ternyata sama dengan yang saya tulis di atas. Electronics (elektronika) merupakan kata benda yaitu ilmu pengetahuan dan pengembangan perangkat elektronik. Sedangkan electronic (elektronik) merupakan kata sifat yang berarti sesuatu yang dihasilkan atau dioperasikan oleh aliran elektron.Dari sini kita juga tahu bahwa kata elektronika berasal dari kata elektron (bukan elektro). Spesifiknya lagi dari kata elektron -> elektronik -> elektronika.

Demikian ulasan dari saya, komentar dari pembaca sangat diharapkan. Atau anda juga mempunyai pendapat atau pemahaman sendiri tentang kata-kata di atas, silakan berbagi.

Thursday, June 14, 2012

Metode menghafal yang efektif

Berikut ini beberapa kiat atau metode untuk menghafal secara efektif agar proses menghafal kita menjadi lebih cepat dan hasilya lebih kuat melekat dalam ingatan. Mari kita simak satu persatu.

Memilih waktu yang tepat.

Tidak dianjurkan menghafal ketika kita sedang jenuh, kecapaian, atau ketika memikirkan sesuatu, karena hal ini akan mengganggu konsentrasi menghafal. Pilihlah waktu ketika semangat kita sedang bagus dan pikiran santai. Contoh waktu yang bagus untuk menghafal adalah ketika fajar atau subuh

Memilih tempat yang sesuai.

Pilihlah tempat-tempat yang jauh dari kebisingan dan gemerlap lampu, karena hal ini dapat menyibukkan dan mengacaukan pikiran. Carilah tempat yang setenang mungkin dan nyaman untuk memudahkan kita berkonsentrasi ketika menghafal. Hindari tempat yang dapat mudah mengalihkan konsentrasi kita, misalnya tempat yang banyak gambar, banyak orang, dan lain-lain.

Memanfaatkan beberapa pancaindra.

Dengan memanfaatkan sejumlah panca indra, kegiatan menghafal kita akan menjadi lebih mudah dan hasil hafalan kita akan lebih kuat. Kita bisa menghafal dengan memanfaatkan penglihatan, pendengaran, dan lisan sekaligus. Masing-masing indra memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan informasi ke otak. Apabila kita menggunakan banyak cara maka hafalan akan kuat dan mendalam.

Bacalah dengan nyaring ketika kita mulai menghafal. Kemudian kita lihat halaman yang sedang dibaca dengan teliti dan diulang-ulang sehingga bentuk halaman itu tergambar dalam ingatan. Jika kita punya gambaran dalam ingatan tentang halaman yang kita hafal, kita bahkan bisa tahu atau ingat letak kata-kata di halaman tersebut. Ini tentu bisa membantu hafalan kita.

Pendengaran pun ikut membantu dengan mendengarkan bacaan hingga kita bisa mengingat urutan kata-kata berdasarkan bunyi, terutama jika kita membacanya dengan irama yang bagus. Seperti halnya ketika kita mengingat lirik lagu. Megingat lirik lagu rasanya lebih mudah karena kita dibantu dengan mendengar lirik lagu tersebut ketika dinyanyikan. Terutama di bagian lagu yang iramanya bagus atau unik seperti bagian reff misalnya.

Lidah pun bisa membantu hafalan, yaitu ketika kita telah berulangkali membaca hafalan tentunya lidah kita semakin lancar atau fasih untuk melafalkan kalimat yang kita hafal. Bahkan pada tingkat tertentu lidah kita serasa bisa bergerak dengan sendirinya untuk melafalkan kalimat yang telah kita hafal tanpa perlu kita memikirkannya.

Bagaimana otak kita mengingat?

Memori otak kita selain memiliki daya tampung juga memiliki daya panggil. Daya tampung adalah kemampuan otak untuk menerima dan menyimpan informasi yang masuk. Daya panggil adalah kemampuan otak untuk mencomot (memilih) dan mengeluarkan informasi tertentu dari persediaan informasi yang tertampung di otak.

Tentang daya panggil, ada lima faktor utama yang membantu memory kita untuk memanggil informasi yang kita inginkan dari memori kita, yaitu:

1. Primacy (Kejadian yang Paling Awal)
2. Recency (Kejadian-kejadian yang Paling Akhir)
3. Linking (Kejadian-kejadian yang Berkaitan)
4. Outstandingness (Kejadian yang menonjol karena suatu hal)
5. Review (Kejadian-kejadian yang ditelaah)

Misalkan setelah kita menonton suatu film, maka bagian film yang mudah bagi kita untung mengingatnya adalah bagian awal, akhir, kejadian yang diulang beberapa kali (termasuk flashback), kejadian yang saling berkaitan, kejadian yang aneh, tidak lazim, atau menonjol, dan kejadian yang menurut kita menarik.

Dengan mengetahui kerja memori kita, maka kita dapat memanfaatkannya untuk mengatur waktu belajar atau menghafal. Misalkan kita belajar 4 jam tanpa istirahat, maka kita hanya mendapat satu situasi awal dan satu situasi akhir saja. Namun bila setiap selang dua jam kita beristirahat, maka kita akan mendapat dua situasi awal dan dua situasi akhir. Waktu belajar (tanpa henti) yang efektif adalah berkisar 10-45 menit, tergantung tingkat kesulitan materi dan besarnya minat kita.

Pengaturan waktu belajar ini, di samping meningkatkan daya panggil (recall) otak kita, juga membuat kita lebih santai dan memiliki kesempatan untuk merenungkan kembali informasi-informasi yang sudah kita peroleh selama belajar tersebut.

Kenyataan bahwa linking (pengaitan) membantu daya panggil otak kita, dapat dimanfaatkan dalam banyak hal. Dengan linking, kita dapat mengetahui kaitan atau hubungan antar informasi yang masuk ke dalam otak (memory) kita.

Setelah mengetahui bahwa otak kita memanggil informasi tentang hal-hal atau kejadian yang menonjol, kita dapat membina daya panggil otak kita dengan cara menitikberatkan aspek-aspek tertentu dari hal-hal atau kejadian-kejadian yang menonjol tersebut. Aspek-aspek yang menonjol tersebut, misalnya, dapat kita tandai dengan warna kontras, dengan ukuran gambar yang lebih besar atau dengan menempatkannya dalam suasana yang menonjolkan aspek tersebut.

Pentingnya Review (Kaji Ulang)

Kaji ulang atau review yang benar tidak sama dengan pengulangan informasi belaka, melainkan merupakan kesempatan untuk meninjau informasi yang sudah dipahami sebelumnya. Biasanya, setelah dikaji ulang empat atau lima kali, informasi masuk ke dalam ”memori jangka panjang”, yaitu bagian memori yang menyimpan informasi yang dapat dipanggil segera atau otomatis (nama anda, alamat anda, dan perbendaharaan kata bahasa).

Kaji ulang menuntut jumlah waktu tertentu. Artinya setelah belajar selama selang waktu tertentu, pikiran harus beristirahat beberapa saat, misalnya 10 menit. Kaji ulang (belajar) berikutnya dapat dilakukan pada selang waktu yang lebih panjang (misalnya, selang waktu antara kaji ulang kedua dan kaji ulang ketiga sama dengan satu hari, antara kaji ulang ketiga dan keempat sama dengan satu minggu, dan seterusnya). Setiap telaah ulang sebaiknya tidak lebih dari lima menit. Telaah ulang selanjutnya bisa lebih singkat.

Perlu diingat, yang perlu dikaji ulang adalah informasi yang ingin kita ingat, bukan semua informasi yang kita peroleh selama pengkajian tersebut. Kemampuan memilih informasi yang perlu dikaji ulang akan sangat bermanfaat bila dikombinasikan dengan kemampuan untuk memisahkan atau membedakan kata-kata kunci atau kata-kata yang mempunyai makna penting.


Demikianlah beberapa kiat atau tips untuk menghafal secara efektif. Semoga bermanfaat.


Referensi:
- Dr. Anas Ahmad Karzun, 2006, Warattil Al-Qurana Tartila: Washaya wa Tanbihat fi At-Tilawah wa Al-Hifzh wa Al-Muraja'ah, terj.: Tiar Anwar Bakhtiar, 15 Kiat Menghafal Al-Quran, cet. ke-4, Misykat, Jakarta.
- Team Yayasan Pendidikan Haster, 1996, Metode Pemanfaatan Keajaiban Otak, Bandung, CV. Pionir Jaya.


Tuesday, June 5, 2012

Tips menguatkan hafalan

oleh: Sahirul Alam

Anda mungkin pernah menghadapi masalah dengan hafalan. Jika anda seorang pelajar, menghafal termasuk rutinitas sehari-hari. Beberapa pelajaran/materi menuntut anda untuk menghafalnya demi keberhasilan belajar. Namun terkadang anda mengalami kesulitan ketika menghafal bahkan untuk mengingat satu kalimat saja perlu waktu berjam-jam. Akhirnya anda merasa frustasi dan menilai diri anda sendiri bahwa anda memiliki kemampuan menghafal yang lemah.


Sebelum anda menilai buruk kemampuan menghafal anda marilah kita kaji beberapa hal berikut. Penulis berusaha menyusun beberapa tips untuk menguatkan hafalan dan menjaga ingatan agar tidak mudah lupa. Beberapa tips berikut merupakan pendekatan secara islami.

- Luruskan niat

Sebelum memulai menghafal ataupun mengerjakan segala sesuatu kita dianjurkan untuk berniat, sesuai sabda Rasulullah Saw., ”Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”(HR. Bukhari-Muslim).
Untuk itu kita niatkan belajar demi mendapatkan ridho dari Allah Swt.
Ilmu adalah milik Allah Swt. dan akan diberikan pada orang yang dikehendaki-Nya.
Maka sebaiknya kita juga berdoa memohon agar diberi tambahan ilmu. Doa yang sederhana misalnya, ”Robbii zidnii ’ilman warzuqnii fahman”. Artinya, ”Wahai Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu, dan berikanlah pemahaman kepadaku".

- Bersabar dan bersungguh-sungguh

Allah telah memerintahkan rasul-Nya untuk bersabar dalam berbagai ayat Al-Quranul Karim, diantara firman-Nya adalah, ”Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan” (Q.S. Hud ayat 115).
Sebagaimana menuntut ilmu, menghafal juga membutuhkan kesabaran, lebih-lebih karena jiwa cenderung kepada perilaku santai dan bermalas-malasan. Menghafal perlu dilakukan berulang-ulang dan seringkali menimbulkan kejenuhan. Sekiranya kita tidak bersabar dan menekuni yang kita kerjakan maka kita tidak akan berhasil.

- Memahami apa yang anda hafal

Menghafal akan jadi lebih mudah jika anda memahami maksud dari apa yang anda hafalkan. Selain itu memahami maksud akan membantu anda memancing ingatan ketika anda akan mengulang kembali hafalan (mudzakarah).
Mungkin suatu ketika anda mengalami kesulitan dalam memahami maksud dari apa yang anda hafalkan. Adakalanya karena materi yang sulit atau materi tersebut tidak anda sukai. Maka hal ini harus diatasi dahulu, diantaranya dengan cara bertanya kepada orang yang memahami, memilih tempat yang tenang untuk berpikir dan menghapal, menambah waktu khusus untuk memahami, dan tak lupa meminta pertolongan Allah ditambah zikir dan doa sederhana, karena tidak akan ada kemudahan kecuali Allah sendiri yang akan menjadikannya mudah.

- Mengulang-ulang hafalan

Adalah kebijaksanaan Allah yang berkehendak menjadikan lupa sebagai tabiat dasar manusia dan menjadikan manusia memiliki kapasitas berpikir dan kemampuan menghafal yang berbeda-beda. Dalam hal itu terdapat sejumlah hikmah. Di antaranya adalah, lupa mendorong pelajar sering melakukan pengulangan (mudzakarah) terhadap ilmu yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, ia akan memperoleh pahala dan derajat di sisi Allah Swt., bertambah faham, dan mampu membandingkan antara yang sedang dihapal dengan sebelumnya. Hal itu akan membuat hapalan semakin merasuk kuat dalam benak.
Dari Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad bahwa ia berkata, ”Hati itu laksana tanah, ilmu adalah tanamannya, dan mudzakarah adalah airnya. Ketika siraman terputus dari tanah, maka keringlah tanamannya”.

- Jauhi dosa dan maksiat

Maksiat adalah kegelapan dalam hati sedangkan ilmu adalah cahaya, maka hati yang gelap tidak memiliki cahaya ilmu di dalamnya kecuali dengan bertaubat.
Ulama salafusaleh menegaskan bahwa meninggalkan maksiat adalah asas bagi pencapain ilmu, penjagaannya, dan memperkuat hafalannya.
Dari Qasim bin Abdurahman, ia berkata bahwa Abdullah berkata, ”Saya meyakini bahwa seseorang bisa lupa akan ilmunya karena maksiat yang ia lakukan”.
Diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i rahimahullah yang terkenal cepat hafalannya, pernah mengadu kepada gurunya, Al-Waki’, karena hafalannya tertunda pada suatu hari. Lalu Al-Waki’ membimbingnya kepada terapi yang manjur, yaitu meninggalkan maksiat dan membersihkan hati dari segala sesuatu yang akan menjauhkan diri dari Allah Swt.

- Menyebarkan dan mengajarkan

Ketika kita mengajarkan ilmu kepada orang lain sesungguhnya kita sedang mengkaji ulang (me-review) ilmu yang telah kita dapat. Dengan demikian ilmu itu akan semakin kokoh di dalam ingatan kita. Mungkin kita pernah merasa kagum dengan guru atau ustadz karena beliau begitu hafal dengan ilmu yang beliau sampaikan. Hal ini diantaranya adalah karena sudah berulangkali beliau menyampaikan ilmu tersebut kepada murid-muridnya.
Jangan pelit untuk mengajari ketika ada teman yang bertanya. Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata, ”Orang yang bakhil dengan ilmunya akan terkena tiga musibah: ia mati kemudian ilmunya hilang, ia melupakannya, atau ia mengekor pada penguasa”.

Selain hal-hal di atas kita juga perlu mewaspadai penyebab lupa.
Adapun penyebab mudah lupa diantaranya adalah tekanan pikiran dan tekanan urat akibat banyak beban, tanggung jawab dan semisalnya. Banyak kesibukan, baik urusan kemasyarakatan, pekerjaan, keluarga dsb. Tidak mengulang hafalan dalam tempo waktu yang lama serta tidak memahami dengan baik apa yang anda hafalkan. Di samping itu juga disebabkan perbuatan dosa, maksiat dan kondisi hati yang keras serta keruh.

Beberapa hal lain yang menyebabkan mudah lupa adalah makan buah ketumbar, buah apel masam, melihat salib, membaca tulisan pada batu nisan (papan kubur), lewat di sela-sela unta terikat, membuang hidup-hidup kutu ke tanah, dan berbekam pada palung tengkuk kepala. Semua itu dapat membuat orang jadi pelupa. (Syaikh Zarnuji, 2007)

Sedangkan faktor yang dapat menguatkan hafalan selain disebutkan di atas di antaranya adalah mengurangi makan dan memperbanyak sholat malam serta membaca Al-Quran.
Selain itu bersiwak, minum madu, makan kandar (kemenyan putih) dicampur gula, dan menelan kismis merah 21 butir setiap hari, juga dapat membuat mudah menghafal dan dapat pula menyembuhkan berbagai macam penyakit. (Syaikh Zarnuji, 2007)

Demikianlah semoga tips diatas bermanfaat.
Untuk cara atau metode menghafal yang efektif silakan simak pada posting selanjutnya (Metode menghafal yang efektif).

Referensi:
- Dr. Anas Ahmad Karzun, 2006, Warattil Al-Qurana Tartila: Washaya wa Tanbihat fi At-Tilawah wa Al-Hifzh wa Al-Muraja'ah, terj.: Tiar Anwar Bakhtiar, 15 Kiat Menghafal Al-Quran, cet. ke-4, Misykat, Jakarta.
- Dr. Anas Ahmad Karzun, 2003, Adab Thalib Al-'Ilmi (Manahij Tarbawiyah Taujihiyah Li Al-Ma'ahid Al-Quraniyah), terj.: Fadhlan Abu Yasir, L.c., 13 Kiat Mencari Ilmu Menuai Berkah, Era Intermedia, Solo.
- Dr. Husein Syahatah, 2004, Thariq Tafawwuq Ilmi: min Manzhuur Islami, terj.: Abdul Hayyie al Kattani, Faishal Hakim Halimi, Kiat Islami Meraih Prestasi, Gema Insani, Jakarta.
- Syaikh Zarnuji, 2007, Ta'limul Muta'allim, terj.: Drs. H. Aliy As'ad, M.M., Bimbingan Bagi Penuntut Ilmu Pengetahuan, revisi edisi baru, Menara Kudus, Kudus.

Saturday, June 2, 2012

Alrahmah Mountain - Jabal Rahmah

In this occasion I’d like to write about Alrahmah mountain. It is a hill east of Mecca, exactly in Mount Arafat. In Indonesian transliteration we also call it Jabal Rahmah (Mount of Mercy).
According to Islamic tradition, it was on Mount Arafah that Adam and Eve, separated for 200 years following their expulsion from the Garden of Eden, met and recognized each other and were reunited. Here too they were forgiven by Allah for their transgression after offering their repentance. A main reason of the ritual of pilgrimage is the renewal of that Prayer of Repentance every year standing on the hill of mercy, the climax of Hajj. The pilgrims will spend the whole day on Arafah supplicating to Allah to forgive their sins and praying for personal strength in the future. (wikipedia)
On the top of the hill there is a monument that was built to recall the place where Adam and Eve met. But it’s ironic that there are so many streak made by visitors. Many people visiting Alrahmah mountain inked out the monument as the mark that they had visited the mountain or hoped blessing from this place. People also wrote the name of people they loved in order become couple. Whatever the reason they should not do such thing. Beside making the monument dirty, they had done thing that deviate belief or taught of Islam.
Although people had to climb the rock hill to reach the top of Alrahmah mountain, and of course it’s tiresome especially for old people, but they kept vigorous and enthusiastic. Another irony, some place on the hill were stink.
On the top of the hill we can see whole plain of Arafah, where the pilgrims do wukuf on the day of Arafah. People here also do du’a or sholat. It’s not recommended because the prophet Muhammad didn’t command to pray on the hill. The better place to pray or sholat is in Masjid Al-Haram, especially efficacius place for du’a is in multazam (place between Hajar Aswad and the door of Kaaba).

On the hill there were also many merchant. Most of them sold souvenirs, dates, toys, etc.
On the field under the hill, we can see a large board contains advices for visitors in several languages. We know that  there are many visitors from Indonesia and Malaysia so one of advices board is written in Indonesian language.
On the field of Arafah we can also see camels. They are available for visitors who want to ride them. There are also unique cars that sell foods, drinks, toys, etc.
That's all I can tell about Alrahmah Mountain. Hopefully this post can benefit you and I'm sorry if you found any mistakes in this writing, because I'm still learning to write in English.
Regards, Sahirul Alam.