Tuesday, June 5, 2012

Tips menguatkan hafalan

oleh: Sahirul Alam

Anda mungkin pernah menghadapi masalah dengan hafalan. Jika anda seorang pelajar, menghafal termasuk rutinitas sehari-hari. Beberapa pelajaran/materi menuntut anda untuk menghafalnya demi keberhasilan belajar. Namun terkadang anda mengalami kesulitan ketika menghafal bahkan untuk mengingat satu kalimat saja perlu waktu berjam-jam. Akhirnya anda merasa frustasi dan menilai diri anda sendiri bahwa anda memiliki kemampuan menghafal yang lemah.


Sebelum anda menilai buruk kemampuan menghafal anda marilah kita kaji beberapa hal berikut. Penulis berusaha menyusun beberapa tips untuk menguatkan hafalan dan menjaga ingatan agar tidak mudah lupa. Beberapa tips berikut merupakan pendekatan secara islami.

- Luruskan niat

Sebelum memulai menghafal ataupun mengerjakan segala sesuatu kita dianjurkan untuk berniat, sesuai sabda Rasulullah Saw., ”Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”(HR. Bukhari-Muslim).
Untuk itu kita niatkan belajar demi mendapatkan ridho dari Allah Swt.
Ilmu adalah milik Allah Swt. dan akan diberikan pada orang yang dikehendaki-Nya.
Maka sebaiknya kita juga berdoa memohon agar diberi tambahan ilmu. Doa yang sederhana misalnya, ”Robbii zidnii ’ilman warzuqnii fahman”. Artinya, ”Wahai Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu, dan berikanlah pemahaman kepadaku".

- Bersabar dan bersungguh-sungguh

Allah telah memerintahkan rasul-Nya untuk bersabar dalam berbagai ayat Al-Quranul Karim, diantara firman-Nya adalah, ”Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan” (Q.S. Hud ayat 115).
Sebagaimana menuntut ilmu, menghafal juga membutuhkan kesabaran, lebih-lebih karena jiwa cenderung kepada perilaku santai dan bermalas-malasan. Menghafal perlu dilakukan berulang-ulang dan seringkali menimbulkan kejenuhan. Sekiranya kita tidak bersabar dan menekuni yang kita kerjakan maka kita tidak akan berhasil.

- Memahami apa yang anda hafal

Menghafal akan jadi lebih mudah jika anda memahami maksud dari apa yang anda hafalkan. Selain itu memahami maksud akan membantu anda memancing ingatan ketika anda akan mengulang kembali hafalan (mudzakarah).
Mungkin suatu ketika anda mengalami kesulitan dalam memahami maksud dari apa yang anda hafalkan. Adakalanya karena materi yang sulit atau materi tersebut tidak anda sukai. Maka hal ini harus diatasi dahulu, diantaranya dengan cara bertanya kepada orang yang memahami, memilih tempat yang tenang untuk berpikir dan menghapal, menambah waktu khusus untuk memahami, dan tak lupa meminta pertolongan Allah ditambah zikir dan doa sederhana, karena tidak akan ada kemudahan kecuali Allah sendiri yang akan menjadikannya mudah.

- Mengulang-ulang hafalan

Adalah kebijaksanaan Allah yang berkehendak menjadikan lupa sebagai tabiat dasar manusia dan menjadikan manusia memiliki kapasitas berpikir dan kemampuan menghafal yang berbeda-beda. Dalam hal itu terdapat sejumlah hikmah. Di antaranya adalah, lupa mendorong pelajar sering melakukan pengulangan (mudzakarah) terhadap ilmu yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, ia akan memperoleh pahala dan derajat di sisi Allah Swt., bertambah faham, dan mampu membandingkan antara yang sedang dihapal dengan sebelumnya. Hal itu akan membuat hapalan semakin merasuk kuat dalam benak.
Dari Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad bahwa ia berkata, ”Hati itu laksana tanah, ilmu adalah tanamannya, dan mudzakarah adalah airnya. Ketika siraman terputus dari tanah, maka keringlah tanamannya”.

- Jauhi dosa dan maksiat

Maksiat adalah kegelapan dalam hati sedangkan ilmu adalah cahaya, maka hati yang gelap tidak memiliki cahaya ilmu di dalamnya kecuali dengan bertaubat.
Ulama salafusaleh menegaskan bahwa meninggalkan maksiat adalah asas bagi pencapain ilmu, penjagaannya, dan memperkuat hafalannya.
Dari Qasim bin Abdurahman, ia berkata bahwa Abdullah berkata, ”Saya meyakini bahwa seseorang bisa lupa akan ilmunya karena maksiat yang ia lakukan”.
Diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i rahimahullah yang terkenal cepat hafalannya, pernah mengadu kepada gurunya, Al-Waki’, karena hafalannya tertunda pada suatu hari. Lalu Al-Waki’ membimbingnya kepada terapi yang manjur, yaitu meninggalkan maksiat dan membersihkan hati dari segala sesuatu yang akan menjauhkan diri dari Allah Swt.

- Menyebarkan dan mengajarkan

Ketika kita mengajarkan ilmu kepada orang lain sesungguhnya kita sedang mengkaji ulang (me-review) ilmu yang telah kita dapat. Dengan demikian ilmu itu akan semakin kokoh di dalam ingatan kita. Mungkin kita pernah merasa kagum dengan guru atau ustadz karena beliau begitu hafal dengan ilmu yang beliau sampaikan. Hal ini diantaranya adalah karena sudah berulangkali beliau menyampaikan ilmu tersebut kepada murid-muridnya.
Jangan pelit untuk mengajari ketika ada teman yang bertanya. Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata, ”Orang yang bakhil dengan ilmunya akan terkena tiga musibah: ia mati kemudian ilmunya hilang, ia melupakannya, atau ia mengekor pada penguasa”.

Selain hal-hal di atas kita juga perlu mewaspadai penyebab lupa.
Adapun penyebab mudah lupa diantaranya adalah tekanan pikiran dan tekanan urat akibat banyak beban, tanggung jawab dan semisalnya. Banyak kesibukan, baik urusan kemasyarakatan, pekerjaan, keluarga dsb. Tidak mengulang hafalan dalam tempo waktu yang lama serta tidak memahami dengan baik apa yang anda hafalkan. Di samping itu juga disebabkan perbuatan dosa, maksiat dan kondisi hati yang keras serta keruh.

Beberapa hal lain yang menyebabkan mudah lupa adalah makan buah ketumbar, buah apel masam, melihat salib, membaca tulisan pada batu nisan (papan kubur), lewat di sela-sela unta terikat, membuang hidup-hidup kutu ke tanah, dan berbekam pada palung tengkuk kepala. Semua itu dapat membuat orang jadi pelupa. (Syaikh Zarnuji, 2007)

Sedangkan faktor yang dapat menguatkan hafalan selain disebutkan di atas di antaranya adalah mengurangi makan dan memperbanyak sholat malam serta membaca Al-Quran.
Selain itu bersiwak, minum madu, makan kandar (kemenyan putih) dicampur gula, dan menelan kismis merah 21 butir setiap hari, juga dapat membuat mudah menghafal dan dapat pula menyembuhkan berbagai macam penyakit. (Syaikh Zarnuji, 2007)

Demikianlah semoga tips diatas bermanfaat.
Untuk cara atau metode menghafal yang efektif silakan simak pada posting selanjutnya (Metode menghafal yang efektif).

Referensi:
- Dr. Anas Ahmad Karzun, 2006, Warattil Al-Qurana Tartila: Washaya wa Tanbihat fi At-Tilawah wa Al-Hifzh wa Al-Muraja'ah, terj.: Tiar Anwar Bakhtiar, 15 Kiat Menghafal Al-Quran, cet. ke-4, Misykat, Jakarta.
- Dr. Anas Ahmad Karzun, 2003, Adab Thalib Al-'Ilmi (Manahij Tarbawiyah Taujihiyah Li Al-Ma'ahid Al-Quraniyah), terj.: Fadhlan Abu Yasir, L.c., 13 Kiat Mencari Ilmu Menuai Berkah, Era Intermedia, Solo.
- Dr. Husein Syahatah, 2004, Thariq Tafawwuq Ilmi: min Manzhuur Islami, terj.: Abdul Hayyie al Kattani, Faishal Hakim Halimi, Kiat Islami Meraih Prestasi, Gema Insani, Jakarta.
- Syaikh Zarnuji, 2007, Ta'limul Muta'allim, terj.: Drs. H. Aliy As'ad, M.M., Bimbingan Bagi Penuntut Ilmu Pengetahuan, revisi edisi baru, Menara Kudus, Kudus.

Saturday, June 2, 2012

Alrahmah Mountain - Jabal Rahmah

In this occasion I’d like to write about Alrahmah mountain. It is a hill east of Mecca, exactly in Mount Arafat. In Indonesian transliteration we also call it Jabal Rahmah (Mount of Mercy).
According to Islamic tradition, it was on Mount Arafah that Adam and Eve, separated for 200 years following their expulsion from the Garden of Eden, met and recognized each other and were reunited. Here too they were forgiven by Allah for their transgression after offering their repentance. A main reason of the ritual of pilgrimage is the renewal of that Prayer of Repentance every year standing on the hill of mercy, the climax of Hajj. The pilgrims will spend the whole day on Arafah supplicating to Allah to forgive their sins and praying for personal strength in the future. (wikipedia)
On the top of the hill there is a monument that was built to recall the place where Adam and Eve met. But it’s ironic that there are so many streak made by visitors. Many people visiting Alrahmah mountain inked out the monument as the mark that they had visited the mountain or hoped blessing from this place. People also wrote the name of people they loved in order become couple. Whatever the reason they should not do such thing. Beside making the monument dirty, they had done thing that deviate belief or taught of Islam.
Although people had to climb the rock hill to reach the top of Alrahmah mountain, and of course it’s tiresome especially for old people, but they kept vigorous and enthusiastic. Another irony, some place on the hill were stink.
On the top of the hill we can see whole plain of Arafah, where the pilgrims do wukuf on the day of Arafah. People here also do du’a or sholat. It’s not recommended because the prophet Muhammad didn’t command to pray on the hill. The better place to pray or sholat is in Masjid Al-Haram, especially efficacius place for du’a is in multazam (place between Hajar Aswad and the door of Kaaba).

On the hill there were also many merchant. Most of them sold souvenirs, dates, toys, etc.
On the field under the hill, we can see a large board contains advices for visitors in several languages. We know that  there are many visitors from Indonesia and Malaysia so one of advices board is written in Indonesian language.
On the field of Arafah we can also see camels. They are available for visitors who want to ride them. There are also unique cars that sell foods, drinks, toys, etc.
That's all I can tell about Alrahmah Mountain. Hopefully this post can benefit you and I'm sorry if you found any mistakes in this writing, because I'm still learning to write in English.
Regards, Sahirul Alam.

Thursday, May 31, 2012

Air Terjun di Atas Air Terjun Coban Rondo

Wana wisata Coban Rondo tentu sudah banyak yang mengenalnya atau mengunjunginya. Terutama pelajar, mahasiswa, organisasi pecinta alam yang sering mengadakan camping, diklat, outbond dsb. Atau wisatawan yang sekedar ingin menikmati keindahan air terjun Coban Rondo. Dan tentunya sudah banyak juga artikel terutama di internet yang membahas tentang pesona Wanawisata Coban Rondo yang terletak di kecamatan Pujon kabupaten Malang ini.


Pada tulisan ini, saya akan membahas tentang pengalaman saya ketika hiking dan mendaki ke atas air terjun Coban Rondo. Mungkin masih belum banyak yang tau kalau di atas air terjun Coban Rondo masih ada air terjun lagi. Nah untuk itulah saya ingin bercerita tentang pengalaman saya ketika mendaki ke air terjun di atas air terjun Coban Rondo.


Saya telah melakukan pendakian ke air terjun yang atas ini sebanyak 2 kali. Pertama kali ketika saya masih kelas 2 SMA (sekitar tahun 2005) dan ketika saya menjadi mahasiswa (sekitar tahun 2010). Pada pendakian pertama, saya mengajak seorang teman (Armada Bangsa), namun dia tidak sangggup melalui pendakian awal sehingga dia putuskan untuk menunggu di bawah. Perjalanan kedua saya mengajak teman (Aris Fahrudin) dan dia bisa menemani saya hingga ke air terjun yang di atas, namun dia tidak ikut ketika saya ke atas puncak air terjun coban rondo yang bawah.

Medan yang dilalui pada awalnya lumayan berat, karena lereng bukitnya cukup curam sehingga begitu melelahkan. Ketika pendakian sampai pada ketinggian yang sejajar dengan air terjun, permukaan tanahnya agak landai sehingga perjalanan dapat dilalui dengan santai sambil menikmati indahnya pemandangan dan sejuknya udara pegunungan.


Ketika sampai di ketinggian ini saya menyempatkan untuk menuju ke atas (puncak) air terjun Coban Rondo. Lokasi puncak air terjun ini agak di bawah ketinggian jalan setapak. Karena sulitnya medan yang kelihatannya tidak mungkin dilalui, teman saya Aris memutuskan untuk tidak ikut turun. Meskipun tidak ada jalan setapak yang menuju ke sana, saya tetap nekat menerobos semak-semak, sampai terperosok ke bawah. Wah, cukup memacu adrenalin. Sempat terpikir bagaimana saya bisa kembali ke atas ke jalan setapak, mengingat saya terperosok ketika menerobos semak-semak dan tidak jelas semak sebelah mana yang baru saya lalui. Seketika itu saya terpikir untuk mematahkan ranting semak-semak sebagai tanda jalur yang saya lewati, agar dapat saya jadikan petunjuk untuk kembali ke atas.


Sesampainya di puncak air terjun saya bergumam, “luarrr biasa..”. Puncak air terjun ini permukaannya berupa bebatuan, tidak ada tanah, tentunya tanah terseret arus dan jatuh bersama air terjun sehingga permukaan puncak air terjun ini tinggal batu saja.


Saya ingin mencoba menghampiri bibir puncak air terjun ini. Untuk itu saya mencari permukaan yang bisa dilewati. Karena satu sisi berupa tebing, maka saya harus menyeberang sungai, namun saya harus berhati-hati karena arusnya cukup deras. Kendati berhati-hati, saya masih terpeleset dan terseret arus. Astaga.. sekejap saya panik setengah mati, saya pikir saya akan terseret hingga jatuh dari puncak air terjun. Untung saja, masih ada permukaan sungai yang memiliki cekungan, sehingga saya terhenti di situ. Celana, baju, dan tas saya basah, untung saja hp yang saya gunakan untuk memotret tidak mati. Jadi saya masih bisa mendokumentasikan keindahan puncak air terjun ini. Ketika sampai di ujung puncak air terjun, saya sempatkan menengok ke bawah dan mengambil beberapa gambar.


Puas mengambil gambar dan menikmati sensasi berada di puncak air terjun, saya berusaha kembali ke atas ke jalan setapak dimana teman saya menunggu. Ketika bertemu dengan teman saya dia berkata kalau dia panik karena dia berterik-teriak memanggil saya namun tidak ada jawaban. Tentu saja saya tidak mendengar apalagi menjawabnya, karena arus di puncak air terjun tadi berderu cukup keras.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke air terjun yang di atas. Perjalanan kali ini sangat menyenangkan karena medan yang akan kami lalui berliku-liku menyusuri sungai, menapaki bebatuan, dan sesekali menyeberangi sungai untuk mencari jalan yang lebih mudah dilalui.

   

    

Rasa lelah pun tidak terasa karena suasana pegunungan, rimbunnya pepohonan dan semak, sejuknya udara dan dinginnya air yang mengalir membuat tubuh terasa segar.



Akhirnya sampailah di air terjun yang di atas. Suasana di sini sangat tenang, sunyi, hanya suara gemercik air terjun yang terdengar. Air terjun yang di atas ini tidak sederas air terjun coban rondo yang ada di bawah. Tenangnya suasana sempat membuat bulu kuduk saya berdiri, karena saya sempat samar-samar merasakan nuansa mistis. Ah mungkin hanya perasaan saya saja.



Saat memandang puncak air terjun muncul keinginan saya untuk menuju ke sana. Namun sekeliling air terjun ini hanya tebing batu dan saya tidak menemukan lereng yang tak begitu curam yang mungkin untuk didaki. Akhirnya saya hanya bisa menikmati keindahan air terjun dan bersantai untuk memulihkan tenaga. Ketika saya mengamati sekitar, saya melihat pemandangan yang kurang sedap, ada sampah plastik bungkus makanan bekas pengunjung yang pernah ke sini, juga batu yang dicoret-coret.


Demikian yang bisa saya ceritakan tentang petualangan ke air terjun atas Coban Rondo. Jika anda tertarik jangan ragu untuk mencoba. Anda akan mendapatkan pengalaman baru yang pasti menyenangkan, dan sangat cocok untuk menyalurkan hobi hiking atau sekedar berekreasi. Di samping itu pemandangannya sangat indah dan menyejukkan mata. So pasti gak nyesel deh, saya pun ingin bertualang lagi ke sana. Yang pasti persiapkan stamina dulu sebelum mendaki ke atas. Selamat mencoba....

Wednesday, May 30, 2012

Balekambang Beach - Pantai Balekambang

Objek wisata berikut ini berupa pantai yang memiliki keunikan.
Ada pura yang dibangun di daratan lepas pantai.
Tempat ini dikenal dengan sebutan pantai Balekambang, yang terletak di wilayah kabupaten Malang, Jawa Timur Indonesia.
Gambar diambil pada tanggal 16 November 2009
Kamera hp Sony Ericsson K510i (1.3 Megapixels)
Sepintas pemandangan ini mirip dengan Tanah Lot di Bali.
Wisata Balekambang ini memiliki panjang pantai sekitar 2 km dengan pasir berwarna coklat terang.
16 November 2009
SE K510i (1.3 Megapixels)
Sebagian wilayah pantai daratannya berupa karang, batu-batuan, ada juga kerikil, koral, batu apung dsb.

16 November 2009
SE K510i (1.3 Megapixels)
Sisi pantai ujung barat terdapat tebing karang yang tidak terlalu tinggi. Pemandangan di ujung barat pantai Balekambang ini sangat saya sukai, selain pemandangannya yang indah juga memberikan nuansa teduh, damai, dan mampu membuat rileks panca indera saya ketika bersantai di sana.

16 November 2009
SE K510i (1.3 Megapixels)
Di pantai Balekambang terdapat 3 pulau karang, yaitu pulau Wisanggeni, pulau Anoman, dan pulau Ismoyo. Di pulau Ismoyo inilah dibangun pura. Pulau-pulau karang ini memiliki jembatan yang menghubungkannya dengan pantai, tetapi hanya jembatan ke pulau Ismoyo yang masih berfungsi.
16 November 2009
SE K510i (1.3 Megapixels)
Perairan di antara pulau karang dengan pantai cukup dangkal ketika air surut dan ombaknya kecil. Ombak yang besar tepat berada di selatan pulau karang hingga ke selatan ke laut lepas (Samudera Hindia). Ombak di pantai Balekambang juga kadangkala digunakan untuk berselancar.
16 November 2009
SE K510i (1.3 Megapixels)
Di sebelah timur pulau Ismoyo perairannya cukup dangkal hingga anda dapat bermain-main dan melihat ikan-ikan kecil berenang. Tetapi anda perlu berhati-hati karena permukaan perairan ini berupa karang.
16 November 2009
SE K510i (1.3 Megapixels)
Fasilitas penunjang wisata pantai Balekambang ini di antaranya tempat parkir, toilet, warung, kios cinderamata, musholla, tempat bermain anak, pendopo, gasebo, dll. Balekambang juga sering dipakai untuk berkemah/camping.
16 November 2009
SE K510i (1.3 Megapixels)
Demikian yang bisa saya ceritakan tentang objek wisata Balekambang, Malang.
Semoga bermanfaat....

Revival

     Ternyata blog yang saya buat 5 tahun lalu dan kemudian saya tinggal, masih ada dengan 2 postingan yang masih utuh. Saya kira sudah terhapus. Ternyata selama akun email masih aktif, blog pun masih tetap ada. Saya jadi terkesan dengan google. Sip dah..
     Akhirnya muncul keinginan saya untuk memanfaatkannya kembali, itung-itung untuk mengisi waktu luang. Tapi masih bingung mau diisi apa blog ini.
     Rencana akan saya isi beberapa topik, diantaranya pengalaman wisata, info pengetahuan, opini, foto-foto unik ataupun gambar hasil editan, dll.
     Hmm.. let's get started.