Wednesday, July 4, 2012

Indonesia Menyongsong Era Televisi Digital

Beberapa tahun yang akan datang, Indonesia akan mengalami proses peralihan dari sistem penyiaran televisi analog menjadi sistem penyiaran televisi digital. Beberapa uji coba penyiaran televisi digital telah dilakukan dan diharapkan Indonesia akan mulai beralih ke sistem penyiaran tv digital pada tahun 2012 ini, dan akan mematikan siaran tv analog atau Analog Switch Off (ASO) pada akhir tahun 2017.


Dengan berakhirnya sistem penyiaran analog maka pesawat televisi analog tidak bisa lagi menerima siaran televisi yang telah berganti menjadi sistem digital. Siaran tv digital selain bisa dinikmati dengan pesawat tv digital, bisa juga dilihat melalui pesawat tv analog dengan menambahkan suatu perangkat yang disebut Set Top Box (STB). Dengan STB maka sinyal tv digital yang diterima antena akan diubah atau dikonversi menjadi sinyal tv analog yang dapat ditampilkan pada pesawat tv analog.

Siaran televisi digital telah lama dikembangkan di luar negeri sejak tahun 1970-an dan permulaan peyiaran secara digital dilakukan pada tahun 1998 oleh Inggris dan Amerika Serikat, kemudian diikuti oleh beberapa negara maju lainnya. Migrasi dari sistem analog ke digital dilakukan secara bertahap dengan melakukan siaran tv analog dan digital secara bersamaan (simulcast) kemudian mematikan siaran tv analog di beberapa daerah dan menggantinya dengan siaran digital seiring dengan semakin banyaknya penduduk yang telah memiliki perangkat televisi digital maupun yang telah memasang STB pada tv analognya. Pergantian sistem penyiaran analog ke digital ini merupakan tuntutan teknologi dalam skala internasional.

Contoh Set Top Box (ISDB-T) sederhana dengan remote

Ada tiga sistem penyiaran digital standard yang banyak digunakan di negara-negara di dunia. ATSC (versi digital dari NTSC) digunakan di Amerika Serikat, Kanada, Mexico, dan beberapa negara lain di benua Amerika. DVB/T (versi digital dari PAL) paling banyak digunakan oleh negara-negara di dunia yaitu sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia, Australia, dan sebagian kecil Amerika latin dan Afrika. ISDB-T (versi digital dari SECAM) yang dikembangkan oleh Jepang, juga digunakan oleh Filipina, Thailand, dan sebagian besar negara di Amerika Latin. Sementara China dan Hongkong mengembangkan sistem DMB-T. Indonesia memilih sistem DVB/T atas beberapa pertimbangan terutama karena kesesuaian dengan sistem tv analog yang digunakan saat ini yaitu sistem PAL.

Dengan sistem televisi digital, gambar dan suara yang diterima pesawat tv akan memiliki kualitas yang sangat bagus, sebagus kualitas dvd. Termasuk aplikasi tv di perangkat seluler maupun tv yang dipasang di kendaraan akan memiliki kualitas suara dan gambar yang lebih baik daripada siaran tv analog meskipun dalam kondisi bergerak (mobile).
Dengan teknik multilpleksing sinyal digital, bandwidth yang dialokasikan untuk keperluan siaran tv bisa lebih hemat. Dengan sistem tv digital ini pula acara tv yang disiarkan dapat berlangsung interaktif dengan pemirsanya menggunakan saluran tambahan yaitu jaringan internet melalui modem yang built-in dengan perangkat tv digital.

Sebagian besar negara maju di dunia telah sepenuhnya mengganti siaran tv mereka dengan sistem digital. Sebagian sudah beralih ke sistem digital namun untuk siaran tv berdaya rendah (LPTV) masih dioperasikan. Sebagian negara sudah memulai transisi dan melakukan siaran tv digital dan analog secara bersamaan. Negara tetangga kita Malaysia telah mengganti siaran tv analog menjadi digital pada beberapa wilayah di negaranya. Bagaimanakah dengan perkembangan siaran tv digital di Indonesia?


Referensi:
-  Hidajanto Djamal, Andi Fachruddin, 2011, Dasar-Dasar Penyiaran, Sejarah, Organisasi, Operasional, dan Regulasi, Jakarta: Kencana.
-  http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_terrestrial_television
-  Peraturan Menteri Kominfo, Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak berbayar.

No comments: