Sunday, June 24, 2012

Konektor pada Sistem Televisi

(Connectors in Broadcast Television System)

Beberapa jenis konektor yang akan kita bahas berikut adalah konektor yang biasa digunakan pada sistem televisi. Kita dapat menjumpainya pada studio televisi atau pemancar televisi, namun beberapa diantaranya juga biasa kita temui pada pesawat televisi (penerima) yang kita miliki jika kita menambahkan perangkat lain seperti vcd/dvd player, sound system, video game, dll.


Konektor-konektor ini saya jumpai pada salah satu studio tv lokal di Malang, Jawa Timur, kemudian saya mencari referensi tentang konektor-konektor tersebut.

Konektor RCA
Nama RCA berasal dari singkatan Radio Corporation of America yaitu perusahan yang pertama kali memperkenalkan desain konektor ini pada tahun 1940-an yang saat itu digunakan untuk menghubungkan mono phonograph player dengan amplifier.
Konektor jenis RCA ini mungkin yang paling sering kita lihat. Konektor ini biasa digunakan pada kabel yang membawa sinyal audio dan video (analog). Kita dapat melihatnya pada perangkat vcd/dvd player ataupun video game ketika dihubungkan ke tv. Konektor ini dapat melewatkan sinyal dengan frekuensi 0-100 MHz.

                       Konektor RCA untuk video komposit (kuning)                        Socket RCA (pada gambar digunakan pada
                              dan audio stereo (merah dan putih)                                                    output video YPbPr)
                                  Diameter: 0,9cm
Bentuk konektor ini seperti terlihat pada gambar. Male connector terdiri dari colokan logam di tengah dan dikelilingi ring. Bungkus ring biasanya terbuat dari karet dan bersegmen agar bersifat fleksibel. Female jack terdiri dari lubang di tengah dan dikelilingi ring logam. Ring pada female jack memiliki diameter sedikit lebih kecil dan ukurannya sedikit lebih panjang dibanding ring pada male connector, sehingga jika keduanya dihubungkan akan terbentuk sambungan yang erat.
Setiap kabel dengan konektor RCA ini membawa satu jenis sinyal seperti sinyal video komposit, komponen-komponen sinyal audio (left/mono, right, dsb.), komponen sinyal video analog (Y, Pb, Pr), dsb.
Hal ini akan menjadi rumit ketika kita harus memasang atau melakukan instalasi konektor ini ke perangkat yang menggunakan banyak komponen sinyal. Tentunya setiap konektor harus dipasangkan tepat pada jack-nya masing-masing. Untuk memudahkan persoalan ini maka telah dibuat kode warna yang telah umum dipakai. Misalnya untuk sinyal video komposit menggunakan warna kuning, sinyal audio left/mono warna putih, right warna merah, dsb. Untuk lebih rincinya bisa dilihat di wikipedia .

Konektor BNC
Konektor BNC (Bayonet Neill-Concelman) termasuk tipe konektor RF yang digunakan untuk kabel coaxial. Konektor ini digunakan pada radio, televisi, dan peralatan elektronik lainnya yang menggunakan frekuensi radio, test instrument, sinyal video, dan pernah juga populer sebagai konektor untuk jaringan komputer. Konektor BNC dibuat untuk menyesuaikan dengan impedansi karekteristik kabel baik yang bernilai 50 ohm atau 75 ohm. Konektor ini biasanya digunakan untuk frekuensi dibawah 3 GHz dan tegangan dibawah 500 volt.
Konektor BNC tipe RF Coaxial
Diameter: 1,45 cm (male), 1,11cm (female)

Konektor BNC digunakan untuk koneksi sinyal antara lain:
   -  sinyal video interface analog dan serial digital
   -  antena radio amatir
   -  peralatan elektronik penerbangan / aviation electronics (avionics)
   -  peralatan tes
Konektor BNC merupakan alternatif dari konektor RCA ketika digunakan untuk transmisi sinyal video komposit. Konektor ini banyak ditemui pada studio televisi atau studio rekaman. Konektor BNC memiliki kelebihan dalam hal penyesuaian impedansi (matching impedance) dibanding konektor RCA.

Konektor S-Video
Sesuai namanya Separate Video (S-Video), konektor ini merupakan tipe konektor untuk transmisi video analog. Pada skema video analog, informasi video dibagi menjadi dua komponen yaitu luma (luminance, "Y"), dan chroma (chrominance, "C"). Luminance membawa informasi tingkat gelap terang pada gambar (terlihat seperti pada tv hitam putih), sedangkan chrominance membawa informasi warna.
Sebagai perbandingan, pada composit video (kualitas lebih rendah dari analog video) informasi video ditransmisikan dalam satu komponen/kanal. Sedangkan pada component video (kualitas lebih tinggi dari analog video) informasi video dikodekan menjadi tiga komponen (luminance "Y", warna biru "Pb", dan warna merah "Pr").

                                       Female S-Video                                                     Male S-Video

Pada gambar konektor S-Video female, keterangan 4 pin adalah sebagai berikut: 
   -  Pin 1 (GND) Ground untuk Y
   -  Pin 2 (GND) Ground untuk C
   -  Pin 3 (Y) Luminance
   -  Pin 4 (C) Chrominance
Konektor S-Video khusus digunakan untuk transmisi video analog, dan tidak bisa membawa sinyal audio bersamaan dalam satu kabel.
Kelebihan konektor S-Video ini adalah kualitas yang baik untuk transmisi video, karena informasi video dipisah menjadi dua komponen (Luma dan Chroma) maka bandwidth-nya lebih besar jika dibandingkan dengan video komposit yang menggabung komponen luma dan chroma sehingga bandwidth harus dipakai bersama.

Konektor FireWire
FireWire merupakan sebutan untuk interface IEEE 1394 yang diproduksi oleh Apple. Interface IEEE 1394 adalah serial bus interface standard untuk komukasi kecepatan tinggi dan transfer data isochronous real-time.
Konektor FireWire sering digunakan pada personal computer, digital audio, digital video, otomotif dan aplikasi aeronotik (penerbangan).

Konektor FireWire 400 alpha 4 sirkuit (kiri) dan 6 sirkuit (kanan)

Pada studio televisi konektor ini biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang keluarannya berupa sinyal digital (seperti ADC, kamera digital, dll) dengan personal computer. Apple sendiri bermaksud menggunakan FireWire untuk menggantikan parallel SCSI bus dalam hal menyediakan koneksi untuk perangkat audio & video digital. Firewire merupakan serial bus yang berarti bahwa informasi ditransmisikan satu bit pada satu waktu. Pada parallel bus, transmisi data memanfaat lebih banyak koneksi fisik (lebih banyak pin), sehingga kurang efisien, lebih mahal, dan tentunya lebih berat.
Untuk menghubungkan FireWire dengan personal computer (PC) maka pada PC harus terdapat port yang sesuai untuk FireWire. Jika tidak ada maka harus ditambahkan port tersebut dengan memasangnya pada slot PCI expansion card.

Sepasang port FireWire 400 alpha 6 sirkuit pada expansion card.

FireWire dapat menghubungkan hingga 63 peripheral dalam suatu jaringan dengan topologi tree ataupun daisy-chain. Dia memungkinkan komunikasi perangkat secara peer-to-peer (seperti komunikasi antara scanner dengan printer) terjadi tanpa memerlukan sistem memori atau CPU tersendiri. FireWire mendukung fitur plug-and-pay seperti pada USB.
Sepintas FireWire ini mirip dengan USB, tetapi FireWire memiliki beberapa perbedaan dengan USB sebagai berikut:
USB 2.0 (diperkenalkan pada tahun 2001) dinyatakan memiliki signalling rate (480 Mbps) yang lebih besar dibanding generasi awal FireWire 400 (400Mbps, ada sejak 1995). Akan tetapi pada kondisi di lapangan S400 FireWire dapat bekerja melebihi USB 2.0 pada suatu transfer data yang sama. Pada kondisi nyata USB PC host jarang mampu mempertahankan transfer data melebihi 280 Mbps, umumnya hanya mampu 240 Mbps. Hal ini dikarenakan USB masih mengandalkan PC host untuk menangani beberapa protocol low level pada USB, sedangkan FireWire nyaris tidak memerlukannya. Bahkan high level protocol pun dapat dijalankan tanpa membebani atau menginterupsi CPU host termasuk operasi buffer-copy.
FireWire juga memiliki dua bus data untuk setiap segment bus network (sirkuit terdapat pada dua sisi), sedangkan USB hanya memiliki satu. Hal ini memungkinkan FireWire untuk melakukan komunikasi dua arah pada waktu yang bersamaan, sedangkan USB hanya bisa melakukan komunikasi satu arah pada satu waktu.

Konektor FireWire 400 alpha 6 sirkuit dan 4 sirkuit.

Pada konektor FireWire 400 aplha 6 sirkuit terlihat ada 2 bus (terdapat sirkuit pada 2 sisi).

Konektor RF
Konektor RF merupakan konektor elektrik yang dirancang untuk bekerja pada frekuensi radio pada rentang multi-megahertz. Konektor ini umumnya digunakan pada kabel coaxial dan desainnya sesuai dengan shielding  yang dimiliki kabel coaxial, sehingga dapat meminimalkan efek perubahan impedansi saluran transmisi pada bagian sambungan. Desain konektor ini juga memungkinkan sambungan yang dihasilkan cukup kuat dengan mekanisme pengikatan (sekrup, bayonet, braces, pushpull), dan pegasan untuk menghasilkan kontak listrik berhambatan rendah dengan permukaan emas pada bayonet.

Konektor RF tipe N Male

Konektor ini mempunyai banyak tipe standard, salah satunya adalah konektor BNC, dan tipe yang lain diantaranya 7/16 DIN connector 50 ohm, konektor N (Neil), C (Concelman), F (75 ohm), TNC, konektor UHF, dan lain-lain.
Konektor UHF disebut  juga konektor coaxial Amphenol, yang merupakan desain konektor RF pada era perang dunia II, yang pada saat itu UHF mengacu pada frekuensi lebih dari 30 MHz. Pada perang dunia II konektor ini digunakan sebagai konektor video pada aplikasi RADAR, dan kemudian berkembang penggunaannya pada aplikasi RF (radio frequency).

Konektor UHF


Konektor berikut ini yang umum digunakan untuk mentransmisikan sinyal audio.

Konektor TRS
TRS merupakan singkatan dari tip, ring, dan slave yang merupakan tiga kontak pada konektor ini. Konektor TRS berbentuk silinder yang umumnya digunakan untuk mentransmisikan sinyal audio analog. Konektor ini juga disebut audio jack, phone jack, phone plug, dan jack plug.
Konektor TRS 3,5 mm

Konektor ini memiliki banyak variasi yang dapat dibedakan berdasarkan susunan kontaknya (tip, ring, dan slave), juga memiliki beragam ukuran sesuai dengan keperluan pemakaiannya.



Jack dari kiri ke kanan:
2,5 mm mono (TS),
3,5 mm mono (TS),
3,5 mm stereo (TRS), 
6,35mm (1/4 in) stereo (TRS)








Konektor TRS dengan ukuran 2,5 mm (baik yang 3 kontak ataupun yang 4 kontak) banyak dipakai pada handsfree headset ponsel, iPod, iPhone, portabel mp3 player, dan perangkat audio portabel yang lain.



iPod versi lama menggunakan TRS (kiri)
iPhone mengunakan TRRS (tengah)
Mikropon tan tombol pengatur (kanan)
iPod versi baru juga menggunakan TRRS




Konektor TRS dengan ukuran 3,5 mm (baik yang 3 kontak ataupun yang 4 kontak) umum dipakai pada kamera digital, camcorder, portabel DVD player, dsb. Konektor TRS (3 kontak) dipakai untuk mono audio plus video, sedangkan TRRS (4 kontak) dipakai untuk stereo audio plus video.



Konektor TRS 3,5 mm dan Konektor TRRS 3,5 mm

Personal computer (PC) dan laptop juga menggunakan konektor TRS 3,5 mm ini untuk line in (stereo), line out (stereo), headphone/loudspeaker out (stereo), mikropon input (mono).

Konektor TRS ukuran 6,35 mm (1/4 inchi) digunakan untuk perangkat dengan kerja lebih berat (heavy duty). Seperti pada instrumen amplifier, loudspeaker/sound system, gitar listrik, keyboard listrik, dsb.

Konektor TS 1/4 inchi untuk heavy duty

Penjelasan tentang tip, ring, dan slave adalah sebagai berikut:
Keterangan gambar:
1. Slave: biasanya sebagai ground
2. Ring: pada sinyal stereo sebagai kanal Right, pada sinyal mono sebagai kutub negatif, pada sumber sinyal mono sebagai power supply.
3. Tip: pada sinyal stereo sebagai kanal Left, pada sinyal balanced mono sebagai kutub positif, pada sinyal unbalanced mono sebagai saluran sinyal.
4. Insulating ring (isolator)

Konektor XLR
Konektor XLR merupakan konektor elektrik yang utamanya dapat dijumpai pada peralatan audio dan video profesional serta peralatan penerangan panggung. Bentuknya bundar dan memiliki pin antara 3 sampai 7 buah. Konektor XLR ditemukan oleh James H. Cannon pendiri Cannon Electric di Los Angeles, California, karena itu konektor ini juga disebut konektor Cannon.

Konektor XLR male dan female

Standard yang digunakan konektor XLR untuk aplikasi sinyal balanced audio adalah sebagai berikut:

Keterangan pin:
1. Ground chasis
2. Terminal kutub positif (hot plug)
3. Terminal kutub negatif (cold plug)

Referensi:
en.wikipedia.org

2 comments:

Anonymous said...

top jelasin nya sederhana dan bermutu, tambahin lg dong, biar update gan, tq for your effort, saya ngerti teknik krn kerja bag teknik, silahkan terus di share info nya, bagus utk referensi dan pengetahuan umum gan

Anonymous said...

top jelasin nya sederhana dan bermutu, tambahin lg dong, biar update gan, tq for your effort, saya ngerti teknik krn kerja bag teknik, silahkan terus di share info nya, bagus utk referensi dan pengetahuan umum gan